Informasi Alamat dan jadwal Misa umum

Alamat

Jl. Residen Sudirman 3, Surabaya

Telepon

(031) 5032532, 5016098

Email

kristusrajasekretariat [at] gmail.com

Jadwal Misa

Sabtu

18:00

Minggu

05:15 07:00 09:00 16:30 18:30

Harian

Senin - Sabtu : 05.30 & Jumat : 18.00


ST. HENRIKUS II

(19-07-2018)

Ia mendirikan Takhta Bamberg dan bersama istrinya, Kunigunde berusaha memperbaharui kehidupan Gereja, mengikuti aturan biara Kluni. Ia menyumbangkan banyak harta kekaisarannya untuk mendirikan gereja-gereja dan biara. Henrikus sangat disegani dan dianggap sebagai kaisar yang adil dan murah hati.


ST. ELISABETH dari PORTUGAL PENGAKU IMAN

(18-07-2018)

Meskipun diliputi kebejatan moral suaminya, Elisabeth tetap teguh memegang prinsip-prinsip imannya. Setiap hari ia secara tetap berdoa memohon peneguhan Tuhan. Ia terkenal sebagai seorang permaisuri yang sederhana dalam hal makan-minum dan berpakaian. Kegiatan-kegiatan amalnya sangat luar biasa.


ST. PETRUS dan ST. PAULUS

(17-07-2018)

Sejak semula Gereja menghormati kedua rasul, Petrus dan Paulus, secara bersama-sama. Kedua rasul ini dianggap sebagai Sokoguru Gereja.


ST. YOHANES FISCHER

(16-07-2018)

Pada tanggal 22 Juni 1535, ia dijatuhi hukuman mati penggal kepala. Ia dengan gagah berani menghadapi ajalnya demi umat, kebenaran dan Kristus. Sedangkan sahabatnya, Thomas Moore, juga dihukum mati dengan cara yang sama dan karena alasan yang sama pada tanggal 6 Juli 1535.


ST. BARNABAS

(15-07-2018)

Barnabaslah yang menghantar Paulus kepada para Rasul untuk menceritakan peristiwa penampakan Tuhan pada Paulus di tengah perjalanannya ke Damsyik untuk menangkap orang-orang Kristen di sana. Ialah yang meyakinkan para Rasul tentang kehidupan baru Paulus setelah peristiwa penampakan Tuhan itu.


ST. BONIFASIUS

(12-07-2018)

Bonifasius menggunakan beberapa minggu dalam setahun untuk beristirahat dan berdoa di kota Fulda. Dengan cara ini, ia berkembang menjadi seorang Uskup yang saleh dan suci.


ST. PASKALIS BAYLON

(30-06-2018)

pemimpin biara itu mengatakan bahwa ia belum pernah menyaksikan seorang biarawan Fransiskan yang benar-benar menghayati kemiskinan seperti Paskalis. Kamarnya sangat sederhana, tidak terdapat apapun selain sebuah Salib Yesus, patung Bunda Maria, sebuah meja kecil dan sepotong kayu sebagai tempat duduk sekaligus bantalnya.