ST. MARTINUS dari TOURS

( 25-11-2018 )


Martinus lahir di Sabaria, Panno-nia (Szombathely, Hungaria Barat) tahun 335 dan dibesarkan di Italia. Sulpicius Severus, pengikut dan penulis riwayat hidupnya, mengata-kan bahwa Martinus pada usia 10 tahun tanpa sepengetahuan orang tuanya mengikuti pelajaran agama Kristen. Ketika berusia 15 tahun, Martinus dimasukkan oleh ayahnya dalam dinas militer.
Dalam suatu perjalanan dinas ke kota Amiens, pada musim dingin, Martinus berpapasan dengan seorang pengemis yang kedinginan. Pengemis itu mengulurkan tangannya meminta sesuatu dari padanya tapi Martinus tidak membawa uang sesenpun saat itu. Tergerak oleh belas kasihannya yang besar, dengan pedangnya, ia segera membelah mantelnya; sebagian diberikan kepada pengemis itu. Ketika memasuki kota Amiens, banyak orang menertawakan dia karena mantelnya yg aneh itu.
Pada malam itu juga Yesus bersama sejumlah malaikat Allah menampakkan diri kepadanya. Martinus melihat Yesus mengenakan mantel setengah potong yang di-berikannya kepada pengemis malang tadi. Kepada para Malaikat, Yesus berkata: "Martin, seorang katekumen, memberikan Aku mantel ini". Tak lama kemudian ia dipermandikan dan berhenti dari dinas militer Romawi.
Ia menjadi murid St. Hilarius, Uskup Poiters. Setelah dididik oleh St. Hieronimus, ia ditahbiskan menjadi imam dan diutus mewartakan injil ke Illirikum, Yugoslavia. Ia bersama St. Hilarius mendirikan sebuah biara pertama di Liguge, Prancis. Di biara ini ia menjadi pembimbing bagi rahib-rahib lain yang mengikuti jejaknya.
Pada usia 55 tahun, Martinus ditahbiskan menjadi Uskup Tours. Ia tidak mempunyai istana yang istimewa,  hanya sebuah bilik sederhana di samping sakristi gereja. Bersama rahib-rahibnya Martinus giat mewartakan Injil. Kotbah-kotbahnya diteguhkan Tuhan dengan banyak mujizat. Dengan berjalan kaki, naik keledai, atau dengan perahu layar ia mengunjungi semua desa di keuskupan-nya. Ia tak gentar menghancurkan tempat-tempat pemujaan berhala, dan tanpa takut-takut menentang praktek hukuman mati yang dijatuhkan kaisar terhadap tukang-tukang sihir dan penyebar ajaran sesat. Itulah sebabnya ia tidak disukai oleh orang-orang kristen yang fanatik. Tetapi Martinus tetap pada pendiriannya: menjunjung tinggi keadilan dan menentang sistim paksaan. Martinus adalah salah seorang dari para kudus yang bukan martir. Ia meninggal dunia pada tanggal 8 November 397. Pestanya: 11 November. (Ursula)