BERJAGA DAN BERDOA

( 22-02-2017 )

Dalam Bacaan Pertama Nabi Maleakhi berkata: “Sungguh, hari Tuhan akan datang, menyala seperti perapian!”. Dan dalam Bacaan Kedua Paulus mengingatkan umat, supaya berusaha dan ber-jerih payah sendiri, jangan menjadi beban bagi orang lain. Tetapi tahu membeda-bedakan apa yang memang perlu, dan apa yang berlebih-lebih-an. Akhirnya Injil Lukas hari ini menyampaikan pesan Yesus, bahwa waktu hidup manusia sangat terbatas dan tak dapat diperhitungkan secara pasti akan bagaimana keadaannya kelak. Yesus memberi pesan: “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu”.
Di Yerusalem Bait Allah adalah kebanggaan orang Israel, yang digaguminya keindahannya. Yesus pun tak terkecuali, tetapi Ia melihatnya dengan pandangan lebih jauh: “Akan datang harinya segala yang kamu lihat di situ diruntuhkan, dan tidak akan ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain”. Yang digambarkan Yesus itu adalah suatu bentuk pesan Yesus tentang apa yang akan terjadi pada akhir zaman.
Seperti bagi orang-orang sezaman dengan Yesus sendiri, kita pun sekarang lalu bertanya: apakah maksud Yesus, yang berkata: “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” . Sejak dahulu sampai kini, orang tetap bertanya dan ingin tahu kapan akhir dunia akan tiba dan apa tanda-tandanya? Orang ingin serba tahu dengan pasti untuk dapat mengatur masa depan-nya. Demikian juga akan hancurnya Bait Allah di Yerusalem yang digambarkan Yesus, orang menjadi bingung, gelisah, dan takut. Maka timbul pertanyaan: “Apakah maksud Yesus sebenarnya?”.
Yesus tidak memberi petunjuk kapan akhir zaman akan berlangsung dan juga tidak bagaimana akan terjadi. Ia hanya minta kita untuk berjaga dan berdoa. Sebab bencana atau kejadian yang dahsyat bisa datang di luar dugaan atau perhitungan kita. Yesus sudah dengan tegas sering mengatakan, bahwa tidak ada orang tahu kapan dipanggil Tuhan. Memang sejauh bisa dan berguna, kita dapat menggunakan pemikiran, usaha atau penyelidikan untuk mengetahui banyak hal, tetapi sangat terbatas! Kita harus bersedia dan berjaga, supaya bila dipanggil Tuhan kita sudah siap. Kita tidak akan selamat, hanya karena kita tahu tanggal berapa kita akan meninggal, melainkan kita hanya akan selamat apabila tahu bertobat, berbuat baik dan berdoa! Kita hanya akan selamat bila kita mau mendengarkan firman Allah dan percaya akan belaskasihan-Nya dengan pertobatan. Hanya bila kita mau menolong sesama.
Banyak juga orang-orang yang diingatkan oleh Yesus, yakni mereka yang pernah, sedang dan akan mengalami banyak kesulitan hidup: ditangkap, dianiaya, dipenjarakan, bahkan dibunuh. Sejarah Gereja membuktikan hal ini. Dan banyak orang yang menjadi murid setia Yesus masih mengalami hal itu. Yesus mengatakan dengan jelas : “Karena nama-Ku, kamu akan dibenci dan dianiaya”. Beranikah kita tetap setia kepada Yesus bila mengalami itu? Janganlah kita menaruh harapan pada kekuatan kita sendiri! Yesus berkata: “Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi!”. “Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu”.
Demikianlah Yesus mengingatkan kita akan kesulitan yang dapat kita alami sebagai murid-Nya, hidup dan berbuat demi nama-Nya. Tetapi sekaligus Ia menegaskan, bahwa Ia akan mendampingi kita dan menyertai kita sampai akhir zaman. Injil hari meningkatkan dan memperkuat iman kepercayaan kita akan Tuhan dan sabda-Nya.
Saudaraku, mari kita selalu berjaga dan berdoa dengan teguh dalam hati. Penuh dengan keyakinan seperti diucapkan dalam Mazmur 23 ini: “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Sekalipun aku berjalan dalam lembaha kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau bersertaku”. Selamat berhari Minggu.(Hd)